Mengenali Seluk Beluk Printing Sublimasi Jersey

Meningkatnya pangsa pasar untuk jersey, baik jersey bola, jersey untuk motocross, atau custom jersey membuat banyak orang tertarik untuk memulai bisnis kecil-kecilan. Tak perlu modal yang terlalu besar dan mempelajari tekniknya pun cukup mudah, berkat penggunaan teknologi modern yang mempermudah dan mempersingkat waktu pembuatan jersey.

Buat yang ingin memulai bisnis pembuatan jersey, mungkin akan mendengar banyak teknik digital printing, salah satunya printing sublimasi. Yuk, kenali seluk beluknya dlam insutri garmen dan pakaian di tanah air.

Pengertian Sablon Sublimasi

Sablon suplimasi sendiri merupakan proses memindahkan gambar dari kertas ke bahan lain dengan menggunakan bantuan heat press. Proses ini menggunakan mesin printing sublimasi jersey dan tinta khusus untuk sublimasi. Tintanya sendiri berbahan dasar air yang punya karakteristik sensitif terhadap suhu, dimana prosesnya akan mengubah tinta menjadi gas di bawah suhu tinggi.

Uniknya, tintanya tersebut tidak akan lagsung dicetak pada bahan kain, tapi lewat media perantara kertas atau disebut transfer paper. Menggunakan kombinasi suhu dan tekanan, tinta sublimasi ini akan menyerap ke dalam serat kain dan menyatu ke dalam serat kain sehingga menghasilkan permukaan yang halus tanpa tekstur timbul saat dipegang.

Jadi yang memindahkan gambar ke kain tetap tintanya. Kertas hanya menjadi perantara yang akan menampung tinta hasil cetakan lalu memindahkannya ke kain bahan jersey. Hasilnya cukup memuaskan karena seluruh detil warnanya akan terlihat jelas di bahan kain, tahan lama dan tidak mudah luntur.

EPSON F6330 Sublimation Printer

Kelebihan

Setiap teknik printing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Begitu juga printing sublimasi yang sering dipakai dalam pembuatan jersey. Ada banyak kelebihan yang membuatnya dipilih untuk menghasilkan jersey berkualitas. Mulai dari warna yang dihasilkan cukup banyak dan bervariasi. Warnanya pun sangat tajam dan dapat memperlihatkan seluruh detil dan gradasi dengan sempurna, sehingga tidak ada batasan warna atau desain yang ingin diwujudkan dalam pembuatan jersey.

Daya tahannya pun biasanya bersifat permanen dan tidak mudah luntur. Hal ini disebabkan tinta sublimasi yang digunakan bersifat disperse atau mudah menyerap ke dalam serat kain dan baru akan rusak saat material jersey tersebut mengalami kerusakan. Proses pengerjaan lebih cepat karena menggunakan transfer paper, juga lebih cepat kering karena proses pencetakannya menggunakan mesin press digital.

Uniknya, bisa juga membuat kaus satuan tanpa memasang batas minimal pemesanan. Bahkan desain bisa diaplikasikan untuk satu kaus full dengan detil yang terlihat jelas karena bidang cetak yang besar.

Kekurangan

Kekurangannya, teknik printing sublimasi ini hanya bisa digunakan pada bahan polyester seperti pe atau jersey. Hal ini didasarkan pada karakteristik kain yang lebih tahan panas ketimbang katun. Sablon sublimasi memang membutuhkan suhu tinggi untuk mengubah tinta menjadi uap sehingga dapat menyerap ke dalam serat kain. Jika kain rentan pada suhu tinggi, maka hasilnya tidak akan optimal bahkan hasil akhirnya berkerut.

Selain itu, sablon sublimasi hanya bisa diterapkan pada kain berwarna putih atau cerah karena sifat dari tinta sublimasi yang tampak menonjol dari warna dasar kain. Jika diaplikasikan pada kain berwarna gelap, maka warna dari tinta sublimasi akan kalah dengan warna kain. Warna dan kualitas yang dihasilkan pun tergantung pada kualitas kertas transfer dan tinta.

Sayangnya, tinta sublimasi di pasaran tidak memiliki tinta warna putih tapi hasil kombinasi warna dasar Cyan, Magenta, Yellow, dan Black. Untuk menghasilkan warna lainnya, perlu melakukan proses pencampuran dari 4 warna dasar dengan bantuan komputerisasi dari mesin cetak. Biaya produksinya pun jauh lebih mahal karena harga tinta dan kertas transfer yang relatif mahal.

Tentunya semakin baik kualitas tinta, maka ketajaman warna dan daya serapnya pada kain akan semakin baik pula. Tapi harganya pun makin tinggi jika ingin kualitas jersey yang baik dengan warna yang tajam. Oleh karena itu, teknik printing ini tidak direkomendasikan untuk memproduksi kaus dengan bujet rendah.

Bukan hanya tinta, penggunaan kertas transfer pun akan memberikan perbedaan. Menggunakan kertas khusus untuk sublimasi tentunya dapat menahan tinta sehingga hasilnya akan sesuai dengan desain awal dan tidak mudah luntur. Jika diganti dengan kertas HVS atau kertas koran, tinta sublimasi tidak akan menyerap dengan baik ke dalam serat kain karena tinta sublimasi justru terserap ke dalam kertas. Ada berbagai media transfer yang bisa dipilih, seperti kerta double matte, kertas inkjet, transfer print, kertas khusus sublimation dan lain-lain.

Proses Sablon Sublimasi

Proses pembuatan desainnya harus dibalik atau mirror sebelum masuk ke proses pencetakan. Metode teknik sublime ini biasanya banyak digunakan untuk printing kain yang besar. Area cetak mesin rata-rata mencapai 160 sentimeter tergantung pada bahan kertas yang akan digunakan.

Proses pemindahan gambar dari media perantara kertas ke kain menggunakan tekanan dan suhu tinggi, yang memakai mesin heat press. Hampir sama dengan mesin heat press untuk jenis sablon lainnya, prinsipnya hanya dibedakan pada ukuran bidang press, suhu yang digunakan dan kapasitas produksi.

Biasanya untuk mesin printing sablon sublime jersey dipilih mesin flatbed atau mesin press hidrolik pneumatic dan mesin roll-to-roll. Mesin flatbed sendiri merupakan mesin heat press yang memanfaatkan mekanisme hidrolik untuk mengangkat dan menekan bidang press. Istilah ini berasa dari dua bidang, yaitu bidang alas dan pemanas yang ditekankan satu sama lain dengan suhu dan tekanan tertentu selama kurun waktu yang sudah diatur.

Oleh karena itu, yang perlu diperhatikan adalah kontrol waktu, suhu, dan tekanan. Kapasitas produksinya cukup tinggi tapi biasanya menemui masalah pada keterbatasan ukuran bidang press. Jika dirasa kurang mampu mengisi kapasitas produksi, jatuhkan pilihan pada mesin heat press roll-to-roll.

Mesin heat press roll-to-roll menggunakan motor penggerak untuk memindahkan bidang press yang terus berputar. Kemampuan mesin ini akan melakukan proses penekanan langsung dari gulugan kertas ke kain tanpa perlu melalui proses pemotongan.

Ada dua jenis proses pemanasan pada jenis mesin ini, yaitu penggunaan elemen pemanas seperti pada mesin flatbed dan menggunakan oli. Mesin hot press ini cukup memiliki pengaruh besar untuk hasil akhir jersey. Jika panasnya tidak merata, maka hasil printnya pun tidak terlihat maksimal. biasanya, masalah ini sering dihadapi pada penggunaan mesin press model hidrolik.

Cara mencetak dengan teknik print sublime yang menggunakan kertas transfer paper roll-to-toll ini kertas akan di-rolling dengan suhu minimal 200 derajat Celcius di atas bahan kain. Teknik ini tidak mencetak langsung desain ke bahan kaus, tapi kualitas jersey yang baik ditentukan oleh jenis tinta, jenis media transfer yang tepat, dan kekuatan heat press yang diterapkan.

Semoga informasi soal teknik printing sublimasi jersey ini memberikan masukan sebelum merintis bisnis pembuatan jersey.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

My Cart
Cart
Open chat
1
Halo mau konsultasi seputar mesin printing? Hubungi kami via whatsapp
Powered by